Sunday, July 12, 2009

Kekaisaran Nero

Rufus, “Sir, we lost many people!”
Nero, “ What can I do?”

Kebakaran besar terjadi di Roma di tahun 64 Masehi, berlangsung selama 6 hari. Bangunan kayu terbakar dengan cepat. Nero mencoba menyelamatkan Roma dan rakyatnya dengan mempertaruhkan nyawanya. Hanya 4 distrik dari 14 distrik yang selamat. Kerusakan terjad di mana-mana, Roma hancur. Salah seorang Senat memberi usul untuk memindahkan ibukota ke Neopolis atau Capua. Tetapi hal itu ga mungkin, itu berarti memulai pembangunan dari nol lagi.

Nero, “ oh.., tidak ada yang tersisa”
Poppaea, “Kuatkanlah dirimu!”
Nero, “Seneca, apa yang harus kulakukan?”
Seneca, ” Dalam krisis kaisar berkuasa bagai Dewa. Kau harus memutuskan yang terbaik bagi Roma. Kau harus memutuskan yang terbaik bagi Roma. Berkuasalah bagai dewa! Kau, mau kan berkuasa seperti dewa?”
Nero, “Aku ingin merubah Roma. Keindahan dan seni akan menjadi keistimewaan Roma”.
Poppaea, “Setiap hari aku berdoa, sebaiknya aku mati sebelum kecantikanku memudar. Semuanya bias memudar. Tetapi kamu, jika punya niat untuk merubah Roma, jika kau bias melakukannya, maka kau akan abadi.
Nero, “Dewa Roma”.

Nero punya program pembangunan terbesar di dunia. Nero memesan marmer terbaik dari Mesir, Yunani, Spanyol untuk memperindah ibukota kerajaan. Nero menjadi penggagas seni terbesar bagi Romawi.

Seneca, “ Tuan, seorang kaisar boleh melakukan apa saja, boleh berbohong, curang bahkan jika terpaksa, membunuh. Tetapi dia sama sekali tidak boleh bernyanyi”.

Nero membangun Roma dan kerajaannya. Ia ingin membangun patung dirinya setinggi 120 kaki, tetapi mereka kehabisan uang. Tidak ada uang.

Nero, “Tiggelinus, ayahmu seorang petani mutiara, carikan mutiara, cari uaaaang yang banyak!”.
Nero, “ Seneca, Kau menyuruhku berkuasa bagai dewa. Itulah yang aku lakukan!”
Seneca, “ Tuan, dewa tidak perlu memikirkan biaya, tetapi kaisar harus memikirkan biaya!”

Seneca sudah menjadi seperti ayah bagi Nero. Nero berpikir kalau Seneca benar, Negara butuh uang. Tiggelinus menasehati Nero untuk merampok kuil para dewa mereka.
Saat musim gugur 64 Masehi, Nero menyerang kuil Roma dan merampok segala kejayaan Roma. Nero bersitegang dengan badan senat. Kesetiaan mulai diuji. Keretakan pun terjadi.
Maret 65 Masehi, Dewan senat mulai berpikir untuk menyingkirkan Nero. Cluvirus, Scaevirus, Piso, Flavius, Natalis, Gallos, Pollio, Acilia, Rufus, Senicio, Quintus Silvans, Statius Proxumus, Cornelius Martialis, Pompeous, Statius Domitius. Tetapi rencana mereka dibocorkan oleh Millichus, seorang budak.
Pada suatu istana tertutup 19 April 65 Masehi mereka semua dibantai. Oposisi politik semua disingkirkan.
Musim panas 65 Masehi, kaisar menggelar pentas seni terbesar, dan Kaisar Nero menjadi bintangnya. Semua orang bertepuk tangan memji Nero, begitu juga dengan istrinya Poppaea. Tetapi pujian tulus dari Poppaea dipandang negative oleh Nero, sehingga Nero membunuh Poppaea dengan penuh amarah.
Nero menjadi semakin jahat. Roma mengalami kebangkrutan. Kaisar harus mencari cara untuk tetap melanjutkan pembangunan bangunan yang artistic dan juga patung dirinya itu. Nero menjadi gila. Dia mendirikan patung Poppaea untuk tetap berdiri di sisinya. Nero juga tetap berpesta pora di tengah kemelut negerinya.
Pada 66 Masehi, kaisar pergi ke Yunani untuk berpesta pora. Nero mengkebiri seorang laki-laki dan mendandaninya seperti Poppaea. Nero membunuh para bangsawan dan orang kaya dan mengambil warisannya. Bukan hanya seersepuluh dari harta mereka tetapi semua harta mereka. Tidak ada yang bias mengendalikannya. Tidak ada musuh , tidak ada kawan, tidak ada penasehat. Nero melakukan apa yang dia mau. Para orang kaya & bangsawan diberikan pilihan, memberikan nyawa mereka & menyerahkan harta mereka atau melihat keluarga mereka dibantai.
Pada tahun 67 Masehi, pemerintah Galia & Spanyol memberontak. Mereka ingin menyingkirkan....
bersambung...